Perkantas Pontianak:
Memperjuangkan Pemuridan di Kota Khatulistiwa

admin/ Juni 4, 2014/ Berita

Kehadiran pelayanan mahasiswa di Pontianak secara terkoordinasi dimulai pada tahun 1985 di Universitas Tanjungpura (UNTAN) dengan terbentuknya PMK Untan yang mempunyai visi memenangkan mahasiswa bagi Tuhan. Setelah melewati masa-masa perintisan melalui persekutuan mingguan, pada tahun 1987/1988 terjadi kemunduran dan bahkan vakum dalam persekutuan karena belum memiliki visi yang jelas. Menyadari hal ini, beberapa pengurus dan mahasiswa yang masih berkomitmen kemudian bergumul untuk mencari strategi pembinaan yang tepat.
Melalui pergumulan doa dan firman, Tuhan membukakan fokus pelayanan, yakni pembinaan melalui kelompok kecil (KK) tanpa meninggalkan kegiatan persekutuan doa, dengan visi menjadikan mahasiswa murid Kristus yang akan menghasilkan alumni yang menjadi berkat bagi keluarga, gereja, masyarakat dan negara melalui profesinya.
Dalam pimpinan Tuhan, pada tahun 1989 PMK UNTAN menerima undangan dari Perkantas untuk mengikuti Kamp Nasional Mahasiswa (KNM) 1989. PMK UNTAN mengutus beberapa mahasiswa dan ternyata kamp tersebut membawa berkat bagi mereka, apalagi visi pelayanan yang dibukakan di KNM tersebut sesuai dengan visi PMK yang sedang digumulkan.
Sejak saat itu, kontak terus dijalin dengan Perkantas, baik melalui kunjungan staf/pembina ke Pontianak maupun mengutus mahasiswa/alumni ke acara pembinaan Perkantas, baik dalam skala regional maupun nasional.

Pembenahan Pemuridan
Saat ini, pelayanan mahasiswa dan siswa di Kalimantan Barat sedang ditekankan pada pembenahan pemuridan. Kondisi pemuridan sedang menurun, baik dalam proses dan perekrutannya, ketersediaan PKK, maupun daya juang atau kesetiaan untuk ber-KK. Kampus disibukkan dengan mempersiapkan acara-acara besar seperti mission trip, maupun oleh pengerjaan program kerja yang padat. Sedangkan dalam pelayanan siswa, PI ke siswa juga kurang ditekankan.
Hal yang akan dilakukan ke depan ialah membenahi pemuridan, mengembangkan relasi dengan guru-guru, dan mengusahakan kesatuan kota melalui Persisten kota. Untuk mahasiswa, PMK kota dan TPPM akan mengundang komisi pembinaan kampus untuk berdiskusi mengenai berbagai permasalahan pemuridan di kampus dan memikirkan apa yang bisa dilakukan sesuai bagiannya masing-masing untuk membenahi pemuridan di kampus.
Pelayanan regional Sintang dan Melawi sedang terus memperjuangkan persekutuan alumni di Sintang. Puji syukur untuk dua mantan pengurus PMK kota Pontianak, Bill dan Ingried, yang sudah menjadi alumni dan bertugas di sana, yang terus mengusahakan persekutuan alumni. Ke depan, Ingried akan memimpin KK mahasiswa di sana (menggantikan Maria Pice). Daerah Melawi akan dikunjungi secara rutin oleh BPC dan staf, karena belum akan menempatkan staf yang melayani penuh waktu di sana setelah Maria Pice. Belum adanya PKK menjadi pergumulan sendiri bagi pelayanan ini.
Di Singkawang, persekutuan siswa berjalan sebulan sekali. Saat ini, sedang diperjuangkan adanya KK. Kebutuhan PKK wanita sangat diperlukan, mengingat dari semua siswa yang dilayani, 80 persennya adalah perempuan. Staf yang terlibat aktif dalam pelayanan di Singkawang adalah Julianto. Ke depannya, akan dijalin relasi yang lebih dekat dengan pihak sekolah, guru, dan gereja. Para alumni juga akan dilibatkan untuk membantu gerak pelayanan.
Sementara itu, tim rumah kesekretariatan saat ini sedang merancangkan pembangunan rumah persekutuan setelah sebelumnya fokus pada pembelian tanah. Untuk tahapan pertama, tim mulai merancang bentuk bangunan, membuat perkiraan biaya, dan membuat pondasi.
Demikian sejarah dan perkembangan pelayanan Perkantas Pontianak. Doakan agar kiranya pelayanan ini terus berkembang dan menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, kota, maupun bangsa dan negara. Soli Deo Gloria!