KNPS 2015:
Experiencing and Serving God Authentically

Kompleks training center River Hill di Tawangmangu, Surakarta, Jawa Tengah, menyaksikan berkumpulnya 233 orang TPS dan 51 staf siswa dari 45 kota dari seluruh Indonesia dalam Kamp Nasional Pembimbing Siswa (KNPS). Kamp yang mengambil tema “Experiencing and Serving God Authentically” ini dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 11 Agustus 2015 dan merupakan kamp ke-13 dari sejak pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1984. Ketika itu, pesertanya baru berjumlah 42 orang pembimbing siswa dari 10 kota.

KNPS diadakan untuk “mengkalibrasi” visi, misi, dan strategi serta motivasi para pelayan siswa secara nasional, baik berupa sharing pengalaman pelayanan di daerah masing-masing, hingga berupa upgrading lewat acara-acara pleno maupun aktivitas-aktivitas kelompok.

Ada empat tokoh dari Alkitab yang dibahas dalam KKR dan Eksposisi, yakni: Paulus (dibawakan oleh Alex Nanlohy), Daud (oleh Yohanes Agung Nugroho), Petrus (Budianto Tandirerung), dan Musa (Eri Iwantoko). Terdapat 8 topik kapita selekta yang dapat dipilih oleh peserta, yaitu: (1) Mentoring dan Coaching oleh Wahyu Dwijayanti dan Yussy Kusuma Henny, (2) Sex Education oleh Iis Achsa, (3) Creative Bible Study oleh Alex Nanlohy, (4) Release and Restoration oleh Yudit Lam, Riris, dan Herlina, (5) Multimedia oleh Johan, Rigop, dan Akhung, (6) Menjadi Berkat di Tengah Keberagaman oleh Marlia Ernawati dan Milhan K. Santosa, (7) Kurikulum Pemuridan oleh Yohanes Agung Nugroho, dan (8) Okultisme oleh Gunawan Sri Haryono.

Selain itu, ada pula sesi PA kelompok, talkshow, outbond, dan outing yang menambah keakraban di antara peserta. Peserta juga memperoleh materi mengenai pemanfaatan film dan media sosial dari yesHEis Indonesia.

Sungguh nyata penyertaan Tuhan dalam persiapan hingga penyelenggaraan KNPS XIII ini. Pelayanan siswa bukanlah pelayanan yang bisa dipandang sebelah mata, melainkan justru menjadi pelayanan yang krusial, merupakan masa-masa siswa merupakan masa-masa pencarian jati diri. Dan pemeliharaan Tuhan dalam pelayanan siswa yang makin berkembang di seluruh negeri merupakan peneguhan, bahwa Dia berkenan akan pelayanan ini.

Kiranya melalui KNPS XIII yang telah terlaksana, para pelayan siswa dan staf siswa makin erat persekutuan dan koordinasinya, serta makin terampil melayaniNya di ladang siswa, sebagaimana yang tertuan dalam syair lagu tema,

 

Siapa dengar panggilan-Nya?

Siapa dengar rintih mereka?

Jangan berdiam diri saja, pembimbing siswa…

Bagikan yang kau punya!

Pengenalanmu akan Dia

Pengalamanmu dengan Dia

Agar siswa-siswa tak binasa