Fitriana Yuliawati Lokollo, S. K. M., M. Kes.::
Perkantas: Komunitas Ternyaman

/ Maret 20, 2018/ Sapa/ 0 comments

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. Hikmat dari Amsal 22:6 tersebut nyata dalam diri Fitriana Yuliawati Lokollo S. K. M., M. Kes., yang bersuamikan dr. Dominggus Nikodemus Lokollo Sp.A, Msi.Med.

Dilayani dan melayani di pelayanan siswa
Buah pelayanan siswa Perkantas Semarang yang biasa disapa Pipit ini menceritakan kisahnya, bahwa ia sungguh- sungguh menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pada waktu mengikuti Kebaktian Awal Tahun Ajaran (KATA) siswa pada tahun 1997 di Semarang, sebuah tonggak yang meneguhkan iman Kristen yang telah diterimanya sejak kecil.
Setelah lulus dari SMP PL Domenico Savio dan SMA Negeri 3 Semarang, wanita kelahiran Sumedang yang hobi berenang ini terjun ke dalam pelayanan siswa sebagai TPS, di tengah kesibukan studinya di kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip. Pengurus Divisi Politik di Graduate Center Perkantas ini mengungkapkan, bahwa pelayanan Perkantas berperan besar dalam masa-masa remajanya, ketika masih mencari identitas diri, juga membantunya dalam menghayati nilai-nilai Kekristenan di dalam hidupnya, dan untuk terus berjuang dan setia dengan disiplin rohani.

Menikmati komunitas Perkantas
Setelah memperoleh gelar master dari joint program antara Undip dengan National University of Singapore, Pipit diterima sebagai Tenaga Ahli Komisi Bidang Kesehatan di Komisi IX DPR RI. Penggemar tahu dan kopi hitam ini memang biasa terlibat sebagai sukarelawan berbagai LSM di bidang kesehatan masyarakat, seperti KALANDARA, FHI-USAID, dan TERRE DE HOMES. Dari pengalaman bersama berbagai komunitas, Pipit merasakan Perkantas sebagai komunitas ternyaman yang pernah dimilikinya hingga saat ini, bersama dengan teman-teman dekat untuk saling berbagi, menguatkan, dan mendoakan.

Bersukacita senantiasa
Dalam pasang-surut kehidupan, tentu ada banyak pengalaman yang membuat bersyukur atau bersedih. Hal yang disyukuri wanita yang hobi membaca buku dan mendengarkan serta bermain musik ini adalah ketika mendapati bahwa masyarakat terbantu dengan apa yang diperjuangkan, dikerjakan, dan dihasilkan.
Sebaliknya, teman atau adik rohani yang sedang mengalami masalah dan berbalik dari Tuhan membawa kesedihan tersendiri bagi mentor Sekolah Kebangsaan Indonesia yang juga aktif melayani sebagai guru sekolah minggu dan lembaga sosial yang menjangkau anak jalanan ini.
Firman Tuhan, “Bersukacitalah senantiasa” (1 Tesalonika 5:16) menjadi kutipan yang paling disukai sulung dari 4 bersaudara ini, karena baginya, kebaikan Allah senantiasa ada di setiap musim kehidupan, entah suka, maupun duka.

Mendukung pelayanan demi generasi selanjutnya
Kepada pembaca Perkantas News, penyuka warna pink, hijau, dan biru ini berpesan agar selalu setia dalam perkara kecil dan tetap mendukung pelayanan Perkantas, supaya generasi selanjutnya juga memiliki kesempatan mengenal dan melayani Tuhan Yesus dengan benar, dan dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang memiliki pengaruh di Indonesia untuk kemuliaan Tuhan.

Tinggalkan Balasan