Lukas Adi Pamungkas, S.T.:
Belajar Menghidupi Kesetiaan

admin/ Januari 10, 2016/ Sapa

“Hidup adalah belajar, yaitu untuk BELAJAR HIDUP,” itulah yang menjadi moto Lukas Adi Pamungkas, S.T. dalam menjalani hidup dan pelayanannya.

Alumnus jurusan Teknik Informasi Institut Teknologi Bandung (ITB) ini lahir di keluarga yang sudah mengenal Tuhan. Kepada Perkantas News, Lukas, demikian dia biasa dipanggil, menceritakan perjalanannya mencari kehendak Tuhan di dalam hidupnya dan bersetia terhadap apa yang dipercayakan Tuhan kepadanya.

 

Setia dalam pelayanan

Mantan staf siswa di pelayanan Perkantas Bandung ini sempat diliputi keraguan untuk menanggapi beban yang ditaruhkan Tuhan di dalam hatinya. Kedua orang tuanya pernah mengutarakan keinginan mereka agar dia tidak menjadi seorang gembala. Berbekal penguatan dari Tuhan, akhirnya Lukas memberanikan diri untuk menyampaikan kerinduannya itu kepada orang tuanya. Bahan saat teduhnya kala itu adalah, “Otoritas bukan di tangan pemerintah, tetapi hanya ada pada Allah.” Oleh karena itulah, suami dari Natasia Christy ini mau taat dan setia akan panggilan Tuhan untuk melayani di Perkantas.

Banyak hal yang harus dikerjakan dalam melayani siswa di Bandung. Melihat kurangnya sumber daya karena kekurangan anggota TPS (Tim Pendamping Siwa) akibat tidak adanya kontinuitas, banyaknya pengajaran yang tidak alkitabiah masuk di berbagai persekutuan siswa Kristen, dan gereja-gereja yang melayani persekutuan siswa dengan tujuan untuk mengajak mereka menjadi jemaat, Lukas semakin merasakan pentingnya pembinaan bagi siswa.

Saat itu, SMA Negeri 10 sudah mulai dibina dengan baik. Lukas pun merintis pelayanan di sekolah lain dengan pengharapan akan Tuhan semata, yaitu SMA Negeri 8. Bermula dari hanya dipercayakan untuk mengajar pelajaran agama tanpa mengadakan persekutuan sekolah, Lukas bersama rekan sepelayannya, Eva, melayani setiap siswa dengan setia. Setelah kurang lebih enam tahun berjerih-lelah menabur di ladang siswa, Tuhan pun mengijinkan mereka untuk bisa melihat hasilnya saat ini. Ada regenerasi pelayanan TPS di setiap sekolah yang dibina, dan SMA Negeri 8 saat ini sudah mempunyai persekutuan siswa Kristen.

 

Setia dalam pekerjaan

Meski komitmennya pelayanannya di Perkantas Bandung telah selesai pada tahun 2010 lalu, alumnus Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung ini tetap setia pada panggilan Tuhan. Setelah menyelesaikan komitmennya sebagai staf siswa, Lukas mengajukan lamaran untuk sebuah posisi di pemerintahan sesuai dengan cita-citanya, yakni menjadi seorang birokrat. Akan tetapi, ia dinyatakan tidak lolos dan kemudian melamar di salah satu anak perusahaan BUMN. Ketika dia sudah menandatangani kontrak, pria penyuka bakso ini dipanggil untuk mengisi posisi di birokrasi seperti yang ia inginkan. Namun, lagi-lagi dia diingatkan untuk setia dalam segala hal. Lukas kemudian menolak tawaran tersebut dan tetap setia dalam menjalankan pekerjaan di salah satu anak perusahaan BUMN itu. Semakin hari, ia makin meyakini bahwa di tempat BUMN itulah Tuhan memanggilnya untuk mempermuliakan Dia melalui pekerjaannya dan untuk tetap setia dalam panggilan Tuhan.

Panggilan kita di dalam segala bidang memang harus dikerjakan dengan setia, dan sampai pada akhirnya kita harus tetap setia kepada Allah. Ayah dari Aluna Kinasih Yesaya ini juga mengajak pembaca Perkantas News untuk terus setia dalam pelayanan dan pekerjaan yang sudah Tuhan percayakan.