Daniel Puspo Wardojo:
Tetap Berkualitas Sampai Akhir

Beberapa bulan lalu beredar film yang sangat baik dan mendidik. Banyak orang menggemarinya dan menjadikannya tontonan keluarga. Film yang berdasar kisah nyata itu berjudul “Hachiko”, dibintangi oleh Richard Gere. Film ini mengisahkan tentang kesetiaan seekor anjing terhadap tuannya. Setiap hari anjing tersebut menunggu di stasiun sampai tuannya pulang dari tempat kerja. Suatu hari, tuannya tersebut meninggal, namun anjing tersebut terus menunggu sang tuan sampai mati. Dari kisah nyatanya, pemerintah setempat membuat patung anjing sebagai peringatan sekaligus penghargaan terhadap binatang yang sudah setia sampai ajalnya itu.

Kita terkesan dengan kisah-kisah seperti itu, apalagi jika sifat setia yang dimiliki anjing itu ada pada manusia, mengingat makin sulitnya kita menemukan orang-orang yang karakternya berkualitas sampai akhir hidupnya, misalnya dalam hal kejujuran atau integritas. Demikian juga halnya dengan kesetiaan. Penulis Amsal menyatakan, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6).

Namun kita dapat mencontoh teladan Tuhan Yesus yang kualitas hidupnya tidak bisa diragukan lagi. Paulus menuliskan, “… dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Fil. 2:8). Dalam suasana Paskah ini, sangatlah tepat jika kita diperhadapkan pada figur teladan yang sejati (Yesus), yang setia hingga akhir.

Betapa pentingnya kita menjaga kualitas hidup sampai akhir hidup, karena:

  1. Tuhan Yesus sendiri sudah memberi contoh bagaimana Dia hidup di dunia ini. Dia menampilkan cara hidup dan sifat yang baik, meskipun dengan begitu Dia banyak mendapat tantangan dari orang-orang disekitarNya.
  2. Tuhan menghendaki kita “sempurna” seperti Bapa di surga adalah sempurna (Mat. 5:48). Standar kualitas hidup yang Allah inginkan bagi umat-Nya adalah seperti diri-Nya sendiri.
  3. Bila kita memiliki kualitas kehidupan yang baik maka kita bisa memberi pengaruh nyata di tengah-tengah zaman yang makin rusak ini. Dunia ini membutuhkan pemimpin atau orang yang bisa memberi teladan yang baik.

Kita bisa menjaga kualitas pribadi kita dimulai dengan tindakan-tindakan sederhana:

  1. Menjaga relasi kita dengan Tuhan. Semakin kita intim dengan Allah, sifat kita akan makin dipengaruhi oleh sifat Allah (Yoh. 15:5).
  2. Mengambil penerapan-penerapan praktis setiap memiliki kesempatan bergaul dengan firman Tuhan.
  3. Komitmen dengan perkara-perkara kecil: tidak mencontek, tidak mau menerima suap atau memberi suap, belajar tidak mudah hutang, berusaha menepati janji, setia dengan perpuluhan, dan lain sebagainya.

 

Marilah kita terus berjuang menjaga kualitas hidup kita sampai akhir dengan mata tertuju kepada Tuhan Yesus yang memampukan kita menjalaninya.

 

* Dituliskan oleh Daniel Puspo Wardojo – staf Perkantas Purwokerto

** Terbitan Perkantas News Jilid II, tahun 2011