Ardhi Purwoko:
Meneladani Pahlawan Iman

/ November 2, 2016/ Renungan

Film-film produksi Hollywood yang bertemakan kepahlawanan, seperti: Captain America 3: Civil War, Batman VS Superman, X-men: Apocalypse, dan sebagainya, membanjiri bioskop-bioskop di tanah air akhir-akhir ini. Kepahlawanan yang ditampilkan identik dengan “superhero”, yakni seseorang atau sekelompok orang dengan bakat atau keahlian khusus yang menjadi penolong bagi mereka yang tertindas atau teraniaya. Kepahlawanan semacam ini barangkali menjadi pandangan banyak orang tentang pahlawan.

Namun, apa sesungguhnya yang Alkitab nyatakan tentang kepahlawanan? Kitab Ibrani pasal 11 mencatat, bahwa pahlawan adalah saksi, yaitu seseorang yang hidupnya telah diubahkan, dipelihara dan diarahkan oleh Allah, sehingga menjadi saksi bagi Dia melalui imannya. Para pahlawan adalah orang-orang biasa dengan kehidupan yang biasa dan bahkan cenderung mengalami aniaya, kesukaran, penderitaan, serta ketidakadilan, tetapi dalam kondisi seperti itu sekalipun, mereka tetap menjadi saksi. Apa yang bisa kita teladani dari para saksi ini?

Mereka adalah orang biasa
Dalam Ibrani pasal 11, dituliskan beberapa nama yang menjadi saksi dengan beragam status dan latar belakang; ada yang petani, pengembara, peternak, seorang kepala keluarga, seorang anak, seorang istri yang sedang di masa menopause, seorang bungsu yang pernah menipu ayah dan kakaknya, seorang remaja yang dikucilkan, dibenci, dijual oleh kakak-kakaknya sehingga menjadi budak di negeri orang, seorang putera mahkota dari kerajaan besar, seorang perempuan sundal, dan masih banyak lagi. Seorang saksi atau pahlawan iman adalah orang biasa, namun dipakai Allah yang luar biasa untuk menyaksikan kabar baik dari-Nya. Apapun status, profesi, martabat, golongan, ras, atau suku yang melekat pada diri kita saat ini, Allah dapat menjadikan kita sebagai saksi-saksi-Nya untuk menyatakan kabar baik bagi dunia.

Mereka adalah orang yang memiliki perjuangan untuk menjaga iman
Kehidupan yang mereka alami tidak selamanya berkemenangan atau tanpa hambatan. Beberapa mengalami aniaya, keterpurukan, pengucilan, dan kegagalan, tetapi ada juga yang mengalami keberhasilan, ketaatan, serta kebangkitan. Alkitab mencatat bagaimana para saksi iman ini terus berjuang menjaga iman mereka agar dapat menjadi saksi-Nya yang efektif. Memperjuangkan iman di tengah beragam situasi merupakan perjuangan jangka panjang, suatu proses yang panjang, ibarat berlari marathon, dibutuhkan konsistensi, daya tahan, kesetiaan, dan pengharapan agar mencapai garis akhir. Bagaimana kehidupan kita saat ini? Mungkin ada di antara kita yang sedang dalam ketaatan dan keberhasilan, atau ada juga yang sedang dalam keterpurukan, kegagalan, serta ketidakadilan. Namun, Alkitab menyatakan bahwa perjuangan kita adalah seperti perlombaan marathon dan mereka yang setia sampai akhir akan menerima mahkota kehidupan.

Mereka adalah orang yang selalu memandang Allah
Sumber utama kekuatan mereka menjadi saksi adalah memandang Yesus yang dinyatakan dalam surat Ibrani lebih berkuasa, tinggi, mulia dari siapapun di dunia ini. Memandang Yesus adalah poin utama penulis kitab Ibrani kepada pembaca agar terus beriman dan melakukan apa yang diinginkan Yesus walaupun mendapatkan berbagai penolakan, bahkan aniaya. Memandang kepada Yesus memberikan pengharapan akhir yang pasti dan kokoh. Dengan pengharapan akhir seperti itu, mereka menjalani hidup saat ini dengan penuh semangat dan keberanian. Mari kita memandang kepada Yesus karena di dalam Dia lah kita akan menemukan kepastian pengharapan akan akhir dari segala sesuatu, sehingga dengan keyakinan yang kokoh kita dapat menjalani saat ini dengan langkah yang tegap.

Dalam catatan Alkitab, orang-orang biasa yang berjuang dalam imannya melalui memandang terus kepada Yesus disebut sebagai pahlawan iman, dan jumlah mereka banyak (Ibrani 12:1). Dan, seperti sebuah pertandingan, mereka menyaksikan kita bertanding dan mendukung kita agar mencapai garis akhir dan menyelesaikan tugas yang dipercayakan Allah kepada kita. Mari kita bersyukur kepada Allah untuk kehadiran mereka sebagai contoh dan teladan bagi perjuangan iman kita. Amin.


Ardhi Purwoko adalah Pemimpin Cabang Perkantas Jakarta