Tiara Sinaga:
Iman Kristen dan Transformasi Dunia

Seorang teman pernah berkata, “Persoalan kita saat ini bukanlah persoalan spiritual atau mental, namun ini adalah persoalan dimana anak bangsa harus memahami peran dan fungsi mereka di negeri ini. Oleh sebab itu, pembinaan yang baik bagi mahasiswa saat ini adalah cukup mengajak mereka berpikir kristis dan menyadarkan mereka sebagai mahasiswa yang bertanggung jawab atas nasib bangsa ini ke depan.” Memang, apabila pribadi mahasiswa mengalami transformasi, tentulah akan mengubah bangsa, bahkan dunia ini.

Namun dalam iman Kristen, transformasi diri bukanlah sekadar mengubah pemahaman dan paradigma seseorang tentang suatu hal. Transformasi sejati terjadi hanya oleh karena karya ilahi. Pertama-tama, Ia memulihkan hidup seseorang dari perbudakan dosa melalui kematian Kristus, kemudian mengubah orientasi hidupnya, dan mengubah dunia melalui orang-orang yang telah dipulihkanNya. Berbicara tentang transformasi, ada hal-hal penting yang perlu kita pahami.

Allah sendiri yang menghendaki terjadinya transformasi
Dunia ini diciptakan sesuai dengan rancangan Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Segala sesuatu diciptakan baik adanya, sesuai maksud Allah menciptakanNya. Namun sebagaimana kesaksian Alkitab, alam semesta telah dirusak oleh dosa dan kejahatan manusia. Akibat dari kegagalan manusia menaati Tuhan sangatlah luas. Kecemaran dan kerusakan tidak hanya dialami oleh individu secara personal, namun juga relasi manusia secara komunal, bahkan dialami bumi secara global.

Tetapi, Allah tidak membiarkan dunia ciptaan-Nya dirusak oleh dosa. Allah mau mengembalikan dan memulihkan ciptaan-Nya supaya kembali kepada tujuan semula. Oleh karena itu, Ia mengutus Putra Tunggal-Nya untuk menebus ciptaan dan memulihkannya, mengembalikannya pada tempatnya semula, yaitu ciptaan yang mempermuliakan Sang Pencipta. Jadi, jelas sekali bahwa hidup dan kehidupan yang ditransformasi adalah kehendak Allah.

Transformasi dimulai dari percaya kepada Yesus
Kekristenan sendiri berbicara tentang hidup yang diubahkan. Ada banyak cara orang mengusahakan suatu perubahan dalam kehidupannya, misalnya perubahan yang dihasilkan karena motivasi atau pengembangan mental positif. Namun, perubahan hidup dalam Kekristenan lebih dari pada sekadar kekuatan kata-kata atau mental positif. Ia bersumber pada keyakinan kepada Kristus yang menjadi pusat hidup orang percaya.

Transformasi dalam kehidupan orang Kristen merupakan karya Roh Kudus yang dimulai dari iman kepada Kristus. Sebagaimana dituliskan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 5:17, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Awal dari transfomasi adalah ketika seseorang mulai hidup dalam persekutuan bersama dengan Yesus Kristus. Yesus adalah pusat dari pemberitaan Injil yang adalah kekuatan Allah, yang tidak hanya menyelamatkan kehidupan orang percaya (Roma 1:16), melainkan juga mentransformasi kehidupannya.

Keyakinan kepada Kristus akan menghasilkan sebuah proses transformasi yang sangat nyata. Transformasi ini dimulai dari perubahan orientasi dalam kehidupan. Manusia lama—manusia yang hidup menurut kemauannya sendiri, hidup dalam keberdosaan—dipulihkan melalui kuasa penebusan Kristus dalam kematian-Nya. Di sinilah transformasi dimulai: dari hidup menurut keinginan daging menjadi hidup yang mempermuliakan Allah. Dari hidup untuk diri sendiri dan kesenangan pribadi, menjadi hidup untuk melakukan kehendak Allah dan melayani sesama.

Ditransformasi untuk Mentransformasi
Tuhan mengubahkan kehidupan seseorang tidak semata-mata untuk pemulihan dirinya dari dosa, melainkan Allah mau memakai hidup orang-orang yang ditransformasi untuk mengubah dunia. Dalam konteks Perjanjian lama, Israel dipilih Allah untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Melalui keturunannya, yakni Yesus Kristus—dalam konteks Perjanjian Baru, seluruh bangsa memperoleh berkat keselamatan. Keselamatan yang diberikanNya bukan hanya untuk mereka yang telah percaya, melainkan juga untuk menyelamatkan seluruh ciptaan-Nya melalui kehadiran murid-murid yang telah dibaharui, yang menyatakan kasih dan menegakkan kebenaran serta keadilan, sehingga seluruh sistem dan tatanan di dunia mengalami pembaharuan.

Dalam 1 Petrus 2:9, dikatakan bahwa kita dipilih untuk memberitakan perbuatan-perbuatan-Nya yang sangat besar yang telah mengubah kehidupan kita. Allah mau agar kita memberitakan perbuatan-Nya yang sangat besar melalui perkataan dan tindakan kita, sehingga kemuliaan Allah sebagai Raja di atas segala raja dinyatakan.

Dari teks tersebut jelas, bahwa tujuan Allah memilih dan mengubah hidup kita adalah agar kita menjadi menjadi berkat bagi sesama. Dengan kata lain, Allah mentransformasi kita agar kita memberikan dampak atau pengaruh yang baik bagi orang lain, sebagaimana kehadiran garam yang memberikan rasa dan mencegah pembusukan dan terang yang menerangi kegelapan. Hal inilah yang menjadi keyakinan kita, bahwa Allah ingin mengubah dunia menjadi seperti rencana agung-Nya, dan bahwa Ia mengerjakannya melalui hidup kita yang telah diubahkanNya. Transformasi masyarakat, bangsa, dan dunia, hanya bisa terjadi jika manusia mengalami penebusan dan pemulihan di dalam Kristus.

Inilah yang kita kerjakan di dalam pelayanan Perkantas. Memberitakan Injil kepada siswa, mahasiswa, dan alumni, membina dan memuridkan mereka dengan keyakinan penuh, bahwa ketika mereka mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus dan percaya, maka hidup mereka akan mengalami transformasi. Orientasi hidup mereka tidak lagi mengejar kesenangan dan kepentingan diri, melainkan melakukan kehendak Allah untuk mentransformasi dunia menjadi seperti yang Ia kehendaki.


*Penulis adalah Staf Perkantas Padang